June 9, 2022

[ad_1]

JAKARTA – BPJS Kesehatan meluncurkan layanan Care Center 165 dan portal web Jurnal JKN, yang mempermudah rujukan untuk talasemia mayor dan hemofilia. Berbagai inovasi layanan ini diluncurkan secara serentak dan digelar di Jakarta, Senin (13/09) dengan dihadiri Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

“Ini juga secara khusus dalam rangka memperingati Hari Pelanggan 4 September lalu dan HUT BPJS Kesehatan ke-53, kami mempersembahkan kepada pelanggan, peserta BPJS Kesehatan dan masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk mendukung penyelenggaraan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan “Hanya satu Program JKN yang melayani peserta di seluruh Indonesia,” kata Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama .

Ghufron berharap layanan yang diluncurkan hari ini akan memberikan kemudahan akses layanan, memenuhi harapan dan memenuhi kebutuhan peserta dan pemangku kepentingan. “Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal Program JKN-KIS agar semua peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” kata Ghufron.

BPJS Kesehatan Siap Ganti Nomor 1500400 Menjadi 165

BPJS Kesehatan secara bertahap mengubah nomor layanan BPJS Kesehatan dari 1500 400 menjadi 165. Diharapkan dengan adanya perubahan nomor layanan BPJS Kesehatan Puskesmas yang semula terdiri dari tujuh digit ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengingat nomor ini apabila sewaktu-waktu membutuhkan informasi atau pengaduan tentang layanan JKN-KIS, ujar David Bangun. Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan.

“Selama masa transisi hingga Desember 2021, masyarakat masih bisa menggunakan nomor 1500 400 dan 165 paralel untuk menghubungi BPJS Kesehatan Puskesmas,” kata David.

Ada beberapa fitur yang tersedia bagi masyarakat melalui BPJS Kesehatan Pusat, antara lain permintaan informasi dan pengaduan; Pelayanan administrasi seperti penambahan Tenaga Kerja Pengupahan (PPU) pemerintah dan swasta, PBPU dan anggota keluarga BP; Pendaftaran bayi baru lahir dengan Jaminan Kesehatan non-PBI; peralihan segmen peserta ke PBPU; dan perubahan data. Selain itu, peserta JKN-KIS juga dapat melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui layanan Ask a Doctor yang tersedia di BPJS Kesehatan Puskesmas.

Baca Juga  Tips Membuka Akun Instagram yang Terkena Hack | Teknologi

“Untuk pengaduan yang memerlukan koordinasi dengan cabang BPJS Kesehatan atau pemangku kepentingan lainnya, BPJS Kesehatan Care Center memiliki sistem berbasis cabang sehingga cabang dapat segera menyelesaikan pengaduan sesuai dengan target waktu penyelesaian pengaduan Standard Level Agreement (SLA), ” kata Daud.

BPJS Kesehatan sendiri sebenarnya memiliki layanan pusat informasi care center sejak 2010 pada era PT Askes (Persero). Keberadaan dan fungsi panti asuhan akan terus dikembangkan. Sejak 2014, pusat perawatan dapat diakses oleh masyarakat 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jumlah telepon yang diterima Puskesmas selama setahun mencapai 645.263 telepon. Seiring dengan bertambahnya saluran informasi dan pengaduan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan, jumlah panggilan tersebut meningkat tajam dari waktu ke waktu. Tercatat, BPJS Kesehatan Care Center melayani 1.631.535 panggilan hingga 2020. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS yang melonjak menjadi lebih dari 200 juta orang dan mendorong peningkatan akses telepon ke BPJS Kesehatan.

Pasien Thalassaemia Mayor dan Hemophila Perpanjang Surat Rujukan di Rumah Sakit

BPJS Kesehatan juga memberikan kemudahan akses pelayanan dan pengelolaan bagi peserta JKN-KIS, khususnya penderita talasemia mayor dan hemofilia yang mendapat terapi transfusi darah rutin, obat antihemofilik dan obat kelasi besi di rumah sakit. Dengan penyederhanaan layanan tersebut, mereka tidak perlu lagi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperbaharui surat rujukan.

“Sesuai mekanisme saat ini, surat rujukan peserta JKN-KIS yang dirawat karena talasemia mayor dan hemofilia berlaku selama 90 hari. Jika masa berlakunya habis, peserta JKN-KIS harus mengunjungi FKTP untuk mendapatkan surat rujukan kembali ke rumah sakit. Dengan penyederhanaan layanan, maka V-Claim Surat rujukan bisa diperpanjang langsung oleh pihak rumah sakit melalui aplikasi. Prosesnya juga cepat hanya dalam hitungan menit,” kata Lily Kresnowati, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Ini Tips Melindungi Perangkat dari Serangan Ransomware | Teknologi

Lily mengatakan, penyederhanaan layanan tersebut akan segera diterapkan pada September 2021 di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk memperpanjang masa berlaku surat rujukan yang habis masa berlakunya, peserta JKN-KIS penderita thalassemia mayor dan hemofilia cukup menunjukkan kartu JKN-KIS dan sertifikat kontrol kepada petugas administrasi rumah sakit. Selain itu, dengan adanya aplikasi V-Claim, petugas rumah sakit akan memperpanjang masa berlaku surat rujukan peserta JKN-KIS selama 90 hari ke depan.

“Talasemia mayor dan hemofilia memerlukan pengobatan jangka panjang, pengobatan dan biaya obat yang tidak murah. Bisa mencapai puluhan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya. Dengan memanfaatkan Program JKN-KIS, penderita talasemia mayor dan hemofilia dapat memperoleh asupan yang cukup. layanan kesehatan tanpa khawatir mengeluarkan biaya tinggi.”Kami berharap penyederhanaan alur layanan ini akan lebih membantu mereka ketika mereka menerima perawatan kesehatan di rumah sakit.”

JKN Luncurkan Jurnal, BPJS Kesehatan Dukung Penuh Riset dan Riset

Untuk meningkatkan kualitas program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan mendorong partisipasi masyarakat dalam rangka pembangunan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan meluncurkan Jurnal JKN. Jurnal JKN adalah portal web yang menjadi sarana berbagi informasi tentang program JKN-KIS melalui publikasi jurnal ilmiah. Halaman ini berfungsi sebagai koleksi digital dan dokumentasi kajian ilmiah yang dilakukan oleh berbagai pihak di tingkat nasional dan internasional.

Andi Afdal, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, mengatakan Jurnal JKN dapat menjadi wadah uji ilmu dan informasi serta dapat dijadikan referensi terpercaya dalam rangka pengembangan program JKN-KIS. masa depan. Keterlibatan masyarakat oleh peneliti, akademisi, mahasiswa, dan Duta BPJS Kesehatan dapat dirinci dalam Jurnal JKN.

Baca Juga  Kelebihan Oppo A95 untuk Kelas Menengah Berkualitas Tinggi | Teknologi

“Kita tahu baik BPJS Kesehatan maupun pihak lain di luar organisasi ini banyak melakukan penelitian, kerja, dan pengelolaan data dan informasi. Jika bisa ditulis dalam jurnal ilmiah tentunya akan memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. .Juga, jurnal ilmiah dalam Jurnal JKN Semoga bermanfaat bagi pengambil kebijakan, praktisi, peneliti, akademisi dan masyarakat luas untuk program JKN-KIS dan bagi peningkatan kesehatan pada umumnya.”

Bagi yang ingin berkontribusi mempresentasikan kajian ilmiah terkait Program JKN-KIS dapat mendaftar di www.jurnal-jkn.bpjs-kesehatan.go.id. Jurnal JKN menggunakan mekanisme peer-review dimana setiap artikel yang dikirimkan dievaluasi secara anonim oleh tim ahli yang ditunjuk oleh Pemimpin Redaksi. Artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini dapat berupa artikel penelitian dan artikel tinjauan ilmiah (hasil kajian).

Jurnal JKN ini terbit setiap semester atau dua tahun sekali (Juli dan Desember) dan terdiri dari minimal lima artikel dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris setiap edisinya. Lingkup karya ilmiah yang dapat dikirim ke Jurnal JKN bertemakan Risk Pooling, Strategic Procurement, Revenue Collection, Stakeholder Engagement dan Institutional Capability. (rl)

[ad_2]

Source link